hidupbakti

Saturday, March 18, 2006

Hidup Bakti

menunjuk kepada sebuah cara hidup yang dipersembahkan kepada Tuhan seutuhnya. Dalam tradisi Gereja Katolik berarti menjadi imam, bruder, suster. Berikut ini kami tampilkan beberapa Hidup Bakti yang hidup dan berkarya di wilayah keuskupan Agung Semarang:


PARA IMAM YANG HIDUP DAN BERKARYA
DI KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG


PR = Presbyter - Imam Diosesan/Keuskupan/Praja

CMF = Cordis Mariae Filius = Imam Claretian

CSsR = Congregatio Sanctissimi Redemptoris = Kongregasi Sang Penebus Yang Mahakudus

MSF = Missionarii a Sacra Familia - Misionaris Keluarga Kudus.
Ingin mengenal lebih lanjut silahkan klik di sini atau membuka http://msfindonesia.org/

OCD = Ordo Carmelitarum Discalceatorum

OCSO = Ordo Cistersiensium Stricioris Obsevantiae - Ordo Trappist
Ingin mengenal lebih lanjut silahkan klik di sini atau membuka: http://www.rawaseneng.org

OFM = Ordo Fratrum Minorum - Ordo Saudara-saudara Dina atau silahkan membuka http://www.ofm.org

OMI = Missionarii Oblatus Mariae Conceptionis - Kongregasi Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Dosa

SCJ = Sacerdotes Cordis Jesu = Kongregasi Imam Hati Kudus Yesus
Ingin mengenal lebih lanjut, silahkan klik di sini atau membuka http://scj.or.id/

SJ = Societas Jesu = Serikat Yesus

SVD = Societas Verbi Divini = Serikat Sabda Allah

SX = Societas Xaveriani - Serikat Xaverian.
Ingin mengenal lebih lanjut, silahkan klik di sini atau membuka http://www.xaverindo.org/



BRUDER-BRUDER YANG HIDUP DAN BERKARYA
DI KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG

BM = Kongregasi Bruder Budi Mulia / Santa Maria di Lourdes

CMM = Congregatio Fratrum Beatae Mariae Matris Misericordiae = Kongregasi Frater Santa Perawan Maria Bunda Rahim

CSA = Congregatio Sancti Aloysii = Kongregasi Bruder Santo Aloysius

FC = Fratres Caritatis = Kongregasi Bruder Cinta Kasih.
Ingin mengenal lebih jauh. silahkan klik di sini atau membuka http://bruderkaritas.tripod.com/index.html

FIC = Fratres Mariae Immaculatae Conceptionis - Konggregasi Bruder Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tak Bernoda.
Ingin kenal lebih lanjut, silahkan klik di sini atau membuka www.bruderfic.or.id

MTB = Kongregasi Bruder Santa Maria Tak Bernoda.
Ingin kenal lebih lanjut, silahkan klik di sini atau membuka http://tarekatmtb.blogspot.com



PARA SUSTER YANG HIDUP DAN BERKARYA
DI KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG



ADM = Kongregasi Suster Amalkasih Darah Mulia

AK = Tarekat Biarawati Abdi Kristus

BKK = Biarawati Karya Kesehatan

CB = Carolus Borromeus = Kongregasi Suster Cintakasih Santo Carolus Borromeus. Keterangan lebih lanjut www.cbsisters.org

CIJ = Congregatio Imitationis Jesus = Kongregasi Suster Pengikut Yesus

DSY = Kongregasi Suster Dina Santo Yosef / Sorares Minores Sandi Josephi (SMSJ)

FCh = Franciscus Charitas = Kongregasi Suster Santo Fransiskus Cintakasih.
Ingin keterangan lebih lanjut. silahkan klik di sini atau membuka http://mekarfch.blogspot.com

FCJ = Faithful Companions of Jesus = Kongregasi Suster Sahabat Setia Jesus.
Ingin mengenal lebih lanjut, silahkan klik di sini atau membuka http://www.fcjsisters.org/FCJ-Indonesian/index.html

FCJM = Kongregasis Suster Fransiskanes Balige

FdCC = Ordo Canossianas

FMM = Kongregasi Suster Fransiskanes Misionaris Maria

FPS = Kongregasi Suster Fransiskanes Pematang Siantar

FSGM = Kongregasi Suster Fransiskanes Pringsewu = Kongregasi Suster Santo Fransiskus dari Santo Georgius Martir berpusat di Pringsewu

FSE = Kongregasi Suster Fransiskanes dari Santa Elisabeth

HK = Kongregasi Suster Hati Kudus

JMJ = Kongregasi Suster Jesus Maria Joseph

KSF = Kongregasi Suster Fransiskanes Sambas

KKS = Kongregasi Suster Dina Keluarga Suci dari Pangkalpinang

KSFL = Kongregasi Suster Fransiskanes Santa Lucia

KSSY = Kongregasi Suster Santo Yosef

KYM = Kongregasi Suster Cintakasih dari Yesus dan Maria Bunda Pertolongan Baik

MASF = Congregatio Missionis et Adorationis Sanctae Familiae = Kongregasi Suster Pengutusan dan Kebaktian Keluarga Kudus

MISC = Misericordia = Kongregasi Suster Belas Kasih

OCSO = Ordo Trappistin (bdk. OCSO Rahib)

OP = Ordo Praedicatorum = Ordo Pewarta Santo Dominikus

OSA = Ordo Sancti Augustini

OSC = Ordo Sanctae Clarae = Ordo Santa Klara.
Ingin mengenal lebih lanjut, silahkan klik di sini atau membuka http://klaris.kapusin.org/index.php

OSF = Ordo Sancti Francisci = Kongregasi Suster Santo Fransiskus

OSF - S = Kongregasi Suster Santo Fransiskus Sibolga

OSU = Ordo Sanctae Ursulae = Ordo Santa Ursula.
Ingin mengenal lebih lanjut, silahkan klik di sini atau membuka http://www.ursulin.or.id/

PBHK = Kongregasi Putri-putri Bunda Hati Kudus

PI = Kongregasi Suster Penyelenggaraan Ilahi

PIJ = Congregatio Pauperis Infantis Jesus = Kongregasi Suster Sang Timur

PMY = Kongregasi Suster Putri Maria dan Yosef

PRR = Tarekat Putri Reinha Rosari

RGS = Religious Women of the Good Shepherd = Kongregasi Suster Gembala Baik

SCMM = Sister of Charity of Our Lady Mother of Mercy = Kongregasi Suster Cinta Kasih dari Maria Bunda Berbelaskasih

SCSJ = Kongregasi Suster Cinta Kasih dari Santa Yohana Antida Thouret

SFD = Kongregasi Suster Fransiskus Dina (Dongen)

SFIC = Congregatio Sororum Franciscalium ab Immaculata Conceptione a Beata Matre Dei

SFS = Kongregasi Suster Fransiskanes dari Sukabumi

SFMA = Kongregasi Suster Misi Fransiskanes Santo Antonius

SND = Soers de Notre Dame = Kongregasi Suster Santa Bunda Maria

SPC = Soers de Saint Paul Chartres = Kongregasi Suster Santo Paulus dari Chartres

SPM = Kongregasi Suster Santa Perawan Maria

SSpS = Congregatio Missionalis Servarum Spiritus Sancti = Kongregasi Suster Misi Abdi Roh Kudus

TMM = Tarekat Maria Mediatrix


INSTITUT SEKULAR


ALMA = Asosiasi Lembaga Misionaris Awam

PRK = Penebar Ragi Kristus

SRM = Serikat Rosa Mistika

Friday, March 17, 2006

KONSTITUSI DOGMATIS LUMEN GENTIUM
Dogma Gereja Tentang Para Religius

LUMEN GENTIUM
BAB ENAM


PARA RELIGIUS

43. (Pengikraran nasehat-nasehat Injil dalam Gereja)

Nasehat-nasehat Injil tentang kemurnian yang dibaktikan kepada Allah, kemiskinan dan ketaatan, didasarkan pada sabda dan teladan Tuhan, dan dianjurkan oleh para Rasul, para Bapa Gereja, para guru serta para gembala Gereja. Maka nasehat-nasehat itu merupakan kurnia ilahi, yang oleh Gereja diterima dari Tuhannya dan selalu dipelihara dengan bantuan rahmat-Nya. Adapun pimpinan Gereja sendiri, di bawah bimbingan Roh Kudus, telah memperhatikan penafsirannya, pengaturan pelaksanaannya, pun juga penetapan bentuk-bentuk penghayatan yang tetap. Dengan demikian berkembanglah pelbagai bentuk kehidupan menyendiri maupun bersama, dan pelbagai keluarga, bagaikan pada pohon yang tumbuh di ladang Tuhan dari benih ilahi, dan yang secara ajaib telah banyak bercabang-cabang. Itu semua menambah jasa sumbangan baik bagi kemajuan para anggotanya maupun bagi kesejahteraan seluruh Tubuh Kristus[138]. Sebab keluarga-keluarga itu menyediakan upaya-upaya bagi para anggotanya berupa cara hidup yang lebih tetap dan teguh, ajaran yang tangguh untuk mengejar kesempurnaan, persekutuan antar saudara dalam perjuangan untuk Kristus, kebebasan yang diteguhkan oleh ketaatan. Dengan demikian para anggota mampu menepati ikrar religius mereka dengan aman dan mengamalkannya dengan setia, dan melangkah maju di jalan cinta kasih dengan hati gembira[139].
Ditinjau dari sudut susunan ilahi dan hirarkis Gereja, status religius itu bukan jalan tengah antara perihidup para imam dan kaum awam. Tetapi dari kedua golongan itu ada sejumlah orang beriman kristiani, yang dipanggil oleh Allah untuk menerima kurnia istimewa dalam kehidupan Gereja, dan untuk dengan cara masing-masing menyumbangkan jasa mereka bagi misi keselamatan Gereja [140].

44. (Makna dan arti hidup religius)

Dengan kaul-kaul atau ikatan suci lainnya yang dengan caranya yang khas menyerupai kaul, orang beriman kristiani mewajibkan diri untuk hidup menurut tiga nasehat Injil tersebut. Ia mengabdikan diri seutuhnya kepada Allah yang dicintainya mengatasi segala sesuatu. Dengan demikian ia terikat untuk mengabdi Allah serta meluhurkan-Nya karena alasan yang baru dan istimewa. Karena babtis ia telah mati bagi dosa dan dikuduskan kepada Allah. Tetapi supaya dapat memperoleh buah-buah rahmat baptis yang lebih melimpah, ia menghendaki untuk dengan mengikrarkan nasehat-nasehat Injil dalam Gereja dibebaskan dari rintangan-rintangan, yang mungkin menjauhkannya dari cinta kasih yang berkobar dan dari kesempurnaan bakti kepada Allah, dan secara lebih erat ia disucikan untuk mengabdi Allah [141]. Adapun pentakdisan akan makin sempurna, bila dengan ikatan yang lebih kuat dan tetap makin jelas dilambangkan Kristus, yang dengan ikatan tak terputuskan bersatu dengan Gereja mempelai-Nya.
138 Lih. ROSWEYDUS, Vitae Patrium (riwayat hidup para Bapa), Antwerpen 1628. Apophtegmata Patrum : PG 65. PALLADIUS, Historia Lausiaca: PG 34,995 dsl.: terb. C. BUTLER, Cambridge 1898 (1904). PIUS XI, Konstitusi apostolik Umbratilem, 8 Juli 1924: AAS 16 (1924) hlm. 386-387. PIUS XII, Amanat Nous sommes heureux, 11 April 1958: AAS 50 (1958) hlm. 283.
139 PAULUS VI, Amanat Magno Gaudio, 23 Mei 1964: AAS 56 (1964) hlm. 566.
140 Lih. Kitab Hukum Kanonik (Lama), kanon 487 dan 488,4. PIUS XII, Amanat Annus sacer, 8 Desember 1950: AAS 43 (1951) hlm. 27 dsl. PIUS XII, Konstitusi apostolik Provida Mater, 2 Februari 1947: AAS 39 (1947) hlm. 120 dsl.
141 PAULUS VI, Amanat Magno Gaudio: AAS 56 (1964) hlm. 567.


Nasehat-nasehat Injil, karena mendorong mereka yang mengikrarkannya kepada cinta kasih [142], secara istimewa menghubungkan mereka itu dengan Gereja dan misterinya. Maka dari itu hidup rohani mereka juga harus dibaktikan kepada kesejahteraan seluruh Gereja. Dari situ muncullah tugas, untuk – sekadar tenaga dan menurut bentuk khas panggilannya- entah dengan doa atau dengan karya-kegiatan, berjerih-payah guna mengakarkan dan mengukuhkan Kerajaan Kristus di hati orang-orang, dan untuk memperluasnya ke segala penjuru dunia. Oleh karena itu Gereja melindungi dan memajukan corak khas pelbagai tarekat religius.
Maka pengikraran nasehat-nasehat Injil merupakan tanda, yang dapat dan harus menarik secara efektif semua anggota Gereja, untuk menunaikan tugas-tugas panggilan kristiani dengan tekun. Sebab umat Allah tidak mempunyai kediaman tetap disini, melainkan mencari kediaman yang akan datang. Maka status religius, yang lebih membebaskan para anggotanya dari keprihatinan-keprihatinan duniawi, juga lebih jelas memperlihatkan kepada semua orang beriman harta sorgawi yang sudah hadir di dunia ini, memberi kesaksian akan hidup baru dan kekal yang diperoleh berkat penebusan Kristus, dan mewartakan kebangkitan yang akan datang serta kemuliaan Kerajaan sorgawi. Corak hidup, yang dikenakan oleh Putera Allah ketika Ia memasuki dunia ini untuk melaksanakan kehendak Bapa, dan yang dikemukakan-Nya kepada para murid yang mengikuti-Nya, yang diteladan dari lebih dekat oleh status religius, dan senantiasa dihadirkan dalam Gereja. Akhirnya status itu juga secara istimewa menampilkan keunggulan Kerajaan Allah melampaui segalanya yang serba duniawi, dan menampakkan betapa pentingnya Kerajaan itu. Selain itu juga memperlihatkan kepada semua orang keagungan mahabesar kekuatan Kristus yang meraja dan daya Roh Kudus yang tak terbatas, yang berkarya secara mengagumkan dalam Gereja.
Jadi meskipun status yang terwujudkan dengan pengikraran nasehat-nasehat Injil itu tidak termasuk susunan hirarkis Gereja, namun tidak dapat diceraikan dari kehidupan dan kesucian Gereja.

45. (Hubungan para religius dengan Hirarki)

Tugas Hirarki Gereja yakni menggembalakan umat Allah dan membimbingnya ke ladang yang berumput lebat (Lih. Yes 34:14). Maka Hirarki juga harus secara bijaksana mengatur dengan undang-undangnya pelaksanaan nasehat-nasehat Injil, yang secara istimewa mendukung penyempurnaan cinta kasih akan Allah dan terhadap sesama [143]. Dengan penuh perhatian mengikuti dorongan Roh Kudus, Hirarki menerima pedoman-pedoman hidup, yang diajukan oleh tokoh-tokoh religius pria maupun wanita, dan setelah dibubuhi ketentuan-ketentuan lebih rinci, mengesahkannya dengan resmi. Tarekat-tarekat yang telah didirikan di mana-mana untuk membangun Tubuh Kristus, didampingi dengan pengawasan dan perlindungan kewibawaannya, supaya berkembang dan subur berbuah menurut semangat para pendirinya.
Namun supaya kebutuhan-kebutuhan seluruh kawanan Tuhan ditanggapi secara lebih baik, Imam Agung, berdasarkan kedudukannya sebagai kepala seluruh Gereja, demi kepentingan bersama dapat menarik setiap lembaga kesempurnaan untuk masing-masing anggotanya dari lingkup kuasa para Uskup setempat, dan

142 Lih. S. TOMAS, Summa Theol. I-II, soal 184 art. 3 dan soal 188 art. 2. S. BONAVENTURA, karya-tulis XI, Pembelaan kaum miskin, bab 3,3: terb. Quaracci, jilid 8, 1898, hlm. 245 a.
143 Lih. KONSILI VATIKAN I, Skema tentang Gereja kristus, bab XV dan catatan 48: MANSI 51,549 dsl. Dan 619 dsl. LEO XIII, Surat Au milieu des consolations, 23 Desember 1900: AAS 33 (1900-01) hlm. 361. PIUS XII, Konstitusi apostolik Provida Mater: AAS 39 (1947) hlm. 114 dsl.

membawahkan mereka hanya kepada dirinya [144]. Begitu juga mereka dapat dibiarkan atau diserahkan dibawah kewenangan patriarkat mereka sendiri. Dalam menunaikan tugas terhadap Gereja menurut corak khas hidup mereka, para anggota tarekat wajib menunjukkan sikap hormat dan taat menurut hukum Gereja kepada para Uskup, demi kewibawaan pastoral mereka di Gereja-Gereja khusus, serta demi kesatuan dan kerukunan yang diperlukan dalam karya kerasulan [145].
Adapun dengan pengesahannya Gereja tidak hanya mengangkat ikrar religius kepada martabat status kanonik, melainkan juga menampilkannya sebagai status yang ditakdiskan kepada Allah dalam upacara Liturgi. Sebab dengan kewibawaan yang oleh Allah diserahkan kepadanya Gereja menerima kaul-kaul yang diikrarkan, dengan doanya yang resmi memohonkan bantuan dan rahmat Allah bagi mereka yang mengikrarkannya, mempercayakan mereka kepada Allah, dan memberi mereka berkat rohani, sambil menyatukan persembahan diri mereka dengan korban Ekaristi.

46. (Penghargaan terhadap hidup religius)

Hendaklah para religius sungguh-sungguh berusaha, supaya melalui mereka Gereja benar-benar makin hari makin jelas menampilkan Kristus kepada kaum beriman maupun tidak beriman, entah bila ia sedang berdoa diatas bukit, entah bila sedang mewartakan Kerajaan Allah kepada rakyat, entah bila Ia sedang menyembuhkan mereka yang sakit dan terluka, serta mempertobatkan kaum pendosa kepada hidup yang baik, atau sedang memberkati kanak-kanak dan berbuat baik terhadap semua orang, senantiasa dalam kepatuhan kepada kehendak bapa yang mengutus-Nya [146].
Akhirnya hendaklah semua orang menginsyafi, bahwa mengikrarkan nasehat-nasehat Injil memang berarti mengorbankan hal-hal yang pantas dinilai tinggi, namun tidak merintangi kemajuan pribadi manusia yang sejati, melainkan pada hakekatnya sangat mendukungnya. Sebab seperti nampak jelas pada teladan sekian banyak pendiri yang kudus – nasehat-nasehat itu, bila diterima secara sukarela menurut panggilan pribadi masing-masing, sangat mendukung pemurnian hati dan kebebasan rohani, tiada hentinya membangkitkan semangat cinta kasih, dan terutama mampu menjadikan hidup orang kristen lebih serupa dengan corak hidup dalam keperawanan dan kemiskinan, yang telah dipilih oleh Kristus Tuhan sendiri, dan yang telah dihayati penuh semangat oleh Bunda-Nya yang tetap perawan. Jangan pula orang mengira, bahwa para religius karena serah diri mereka atau terasingkan dari orang-orang, atau tidak berguna lagi bagi masyarakat duniawi. Sebab meskipun ada kalanya mereka itu tidak langsung berhubungan dengan sesama, namun secara lebih mendalam mereka mengenangkan sesama dalam kasih mesra Kristus, dan secara rohani bekerja sama dengan sesama, supaya pembangunan masyarakat duniawi selalu bertumpu pada Tuhan dan diarahkan kepada-Nya, sehingga para pembangunnya jangan bekerja dengan sia-sia [147].
Oleh sebab itu Konsili suci akhirnya meneguhkan dan memuji semua pria dan wanita, para Bruder dan Suster, yang dalam biara-biara, atau di sekolah-sekolah dan rumah sakit, atau di daerah-daerah misi, dengan kesetiaan yang andal dan kerendahan hati, ikut merias Mempelai Kristus dalam serah diri kepada Allah seperti telah diuraikan, dan berbakti kepada semua orang dengan kebesaran hati, dalam pengabdian yang bermacam ragam.

144 Lih. LEO XIII, Konstitusi Romanos Pontifices, 8 Mei 1881: AAS 48 (1880-81) hlm. 483. PIUS XII, Amanat Annus sacer, 8 Desember 1950: AAS 48 (1951) hlm. 28 dsl.
145 Lih. PIUS XII, Amanat Annus sacer: AAS 43 (1951) hlm. 28. PIUS XII, Konstitusi apostolik Sedes Sapientiae, 31 Mei 1959: AAS 48 (1956) hlm. 355. PAULUS VI, Amanat Mgno gaudio: AAS 56 (1964) hlm. 570-571.
146 Lih. PIUS XII, Ensiklik Mystici Corporis, 29 Juni 1943: AAS 35 (1943) hlm. 214 dsl.
147 Lih. PIUS XII, Amanat Annus sacer: AAS 43 (1951) hlm.30. Amanat Sous la meternelle protection, 9 Desember 1957: AAS 50 (1958) hlm. 39 dsl.



47. (Penutup)

Maka dari itu hendaklah setiap orang yang dipanggil untuk mengikrarkan nasehat-nasehat Injil sungguh-sungguh berusaha, supaya ia bertahan dan semakin maju dalam panggilan yang diterimanya dari Allah, demi makin suburnya kesucian Gereja, supaya makin dimuliakanlah Tritunggal yang satu tak terbagi, yang dalam Kristus dan dengan perantaraan Kristus menjadi sumber dan asal segala kesucian.

o0o